ilustrasi khotbah tentang masa depan

AntaraMasa Lalu dan Masa Depan - Ilustrasi Khotbah - Alkitab SABDA 7 November 1999 Antara Masa Lalu dan Masa Depan Topik : - Nats : Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang ( 1Korintus 11:26) Bacaan : Kejadian 50:22-26; 1Korintus 11:23-26 Ilustrasikhotbah kristen tentang iman pengharapan dan kasih, pengharapan dalam alkitab, renungan tentang doa dan harapan, khotbah iman dan pengharapan, pengharapan dalam tuhan tidak mengecewakan, khotbah kristen singkat padat dan jelas. Baca: 26 Kata Bijak Kristen yang Menguatkan Saat Sulit; 25 Kata Bijak Kristen Tentang Pengharapan dan Motivasi HasilnyaYabes menikmati anugerah Allah. Kuasa doa melalui Kristus dapat mengubah segala sesuatu, Tuhan dapat mengubah segala yang buruk menjadi baik. Dalam menjalani hidup kedepan dan untuk menikmati masa depan tetaplah berdoa, berserah dan percaya Tuhan yang kita sembah adalah hidup dan mendengar setiap doa-doa kita (Yak. 5:16). 3. Hidup Dalam Iman Berikutini salah satu khotbah motivasi pemuda Kristen masa kini 2021 untuk kita renungkan dan bagikan. Khotbah Pemuda Kristen Tentang Masa Depan Yang Memotivasi "Melakukan Sesuatu Untuk Masa Depan Yang Gemilang" Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang. Siapa yang punya cita-cita? RenunganHarian Kristen untuk Pemuda Pemudi Masa Kini - YuKristen. Kumpulan Judul Khotbah Kristen yang menarik lengkap dengan Ayat Alkitab - mastimon.com. Kumpulan Renungan Kristen Terbaru - Apps bei Google Play. 5 Khotbah Pemuda Kristen tentang pergaulan, persahabatan, cinta, masa depan dan kesetiaan - hidupkasih.com Les Meilleurs Sites De Rencontre En France. Naskah khutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak untuk merefleksikan diri atas masa yang telah lewat dan menyiapkan masa yang akan datang. Dengan ini diharapkan kita semua mampu menyongsong masa depan dengan penuh persiapan. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأشهدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَانَبِيّ بعدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدابن عبد الله وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى، وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَاب . وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah, Di antara kewajiban yang harus dilakukan seorang khatib dalam khutbah Jumatnya adalah senantiasa mengingatkan, mengajak, dan berwasiat kepada jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Wasiat takwa ini menjadi rukun khutbah Jumat yang apabila ditinggalkan oleh khatib maka tidak sah khutbah Jumat yang disampaikannya. Sementara para ulama mendefinisikan takwa itu sendiri sebagai امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا Yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya baik dalam keadaan sepi maupun ramai, lahir dan juga batin. Oleh karenanya pada kesempatan Jumat kali ini, mari kita bersama-sama menguatkan komitmen untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Takwa ini sendiri akan menjadi pembeda bagi orang yang dimuliakan di sisi Allah. Orang yang bertakwa akan mendapat prioritas kemuliaan di sisi Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al Hujurat ayat 13 اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ اَتْقٰىكُمْ Artinya “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”. Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah, Dalam Al-Qur’an, perintah untuk bertakwa kepada Allah swt sangatlah banyak. Perintah ini juga banyak yang dipadukan dengan berbagai perintah untuk terus memperkuat diri dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt dalam rangka menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Di antaranya seperti disebutkan dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok akhirat, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah sekaligus terus melakukan evaluasi, muhasabah atau introspeksi diri dengan melihat apa yang telah kita perbuat di masa lalu dan mempersiapkan masa depan agar lebih baik dari hari ini. Langkah ini bisa menjadi wujud syukur atas karunia yang telah diberikan Allah kepada kita karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini sampai dengan penghujung tahun ini. Mudah-mudahan dengan syukur ini, nikmat Allah akan terus ditambahkan kepada kita berupa karunia dipanjangkan umur kita oleh Allah sehingga kita akan bisa terus beribadah dan berbuat baik dalam kehidupan di dunia. Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah, Dalam ayat ini juga disebutkan bahwa termasuk orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu memperhitungkan perbuatannya sendiri, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Sehingga jika kita lebih banyak melanggar larangan Allah, maka hendaklah kita berusaha menutupnya dengan amal-amal saleh. Ayat ini memerintahkan manusia agar selalu mawas diri, memperhitungkan segala yang telah dan akan diperbuatnya sebelum Allah menghitungnya di akhirat nanti. Ayat ini pun ditutup dengan sebuah peringatan untuk bertaqwa kembali kepada Allah, karena Dia mengetahui semua yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang lahir maupun yang batin, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Oleh karena itu, sebagai insan yang bertaqwa, mari kita senantiasa melihat masa lalu kita di tahun ini dan mengkalkulasi, apakah lebih banyak kebaikan yang telah kita lakukan dibanding dengan keburukan? Atau malah sebaliknya, banyak hal-hal yang buruk kita lakukan sehingga kebaikan kita tertutup oleh keburukan di tahun ini? Introspeksi ini akan menjadi modal bagi kita untuk mempersiapkan masa depan agar hal-hal yang buruk tidak terjadi lagi. Nabi Muhammad saw pun mengingat kepada kita semua agar terus melakukan perubahan-perubahan menuju kebaikan sehingga menjadi orang-orang beruntung. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi apalagi sampai menjadi golongan orang celaka dengan tidak memperbaiki masa depan ke arah yang lebih baik مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ Artinya “Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." HR. Al Hakim. Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah, Saatnya di penghujung tahun ini kita juga mengamalkan pesan Khalifah Umar bin Khatthab حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا Artinya “Hitung-hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung” Dalam hal ini, mengapa Sayyidina Umar menilai bahwa evaluasi diri lebih dini akan menguntungkan kita pada kehidupan kelak? Karena dengan mengevaluasi diri sendiri, kita akan mengenali kekurangan-kekurangan kita yang diharapkan dapat diperbaiki sesegera mungkin. Kondisi ini akan meminimalkan kesalahan sehinga tanggung jawab dalam kehidupan kita di akhirat nanti menjadi lebih ringan. Semoga kita senantiasa diberikan rahmat oleh Allah swt agar masa depan kita di tahun yang akan datang bisa lebih baik dari tahun ini. Amin. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ َأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأشهدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَانَبِيّ بعدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ . اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung Kondisi di dunia tidaklah pasti dan bahaya, dan ekonomi dunia tidak stabil dan tidak dapat diprediksi. Nilai-nilai berharga dari kehidupan, kebebasan, dan pengejaran akan kebahagiaan sedang diserang oleh mereka yang ingin membatasi hak pilihan dan membuat kita bergantung alih-alih mendorong kita untuk menggunakan keterampilan dan bakat kita untuk menciptakan cara-cara baru dan menarik dari melakukan segala sesuatu. Standar-standar moralitas gagal. Keluarga sedang diserang dan runtuh. Kasih dalam hati pria dan wanita telah menjadi beku dan tidak alami lihat Matius 2412; Roma 131. Ada gangguan yang berkesinambungan dalam integritas, kejujuran, dan kebajikan dari para pemimpin politik, bisnis, dan lainnya. Perang dan desas-desus perang antarbangsa dan kepercayaan meningkat. Dan bahkan lebih banyak kehancuran daripada konflik bersenjata apa pun adalah perang yang berkecamuk di antara yang baik dan yang jahat—antara Juruselamat bersama bala tentara terang-Nya dengan Setan bersama para pengikut jahatnya—berusaha memengaruhi jiwa anak-anak Allah. Presiden Gordon B. Hinckley 1910–2008 menjelaskan dunia yang kaum muda zaman sekarang akan masuki ketika dia menuturkan “Kita hidup di suatu masa ketika orang-orang yang jahat melakukan hal-hal yang mengerikan dan hina. Kita hidup di suatu masa perang. Kita hidup di suatu masa arogansi. Kita hidup di suatu masa kejahatan, pornografi, amoralitas. Semua dosa Sodom dan Gomora menghantui masyarakat kita. Kaum muda kita tidak pernah menghadapi tantangan yang lebih besar. Kita belum pernah melihat lebih jelas wajah bejat kejahatan.”1 Kita seharusnya tidak terkejut pada keadaan-keadaan ini di zaman kita karena tulisan suci dan nubuat tentang zaman kita bersaksi tentang apa yang akan terjadi di dunia jika orang-orang memalingkan diri dari Allah. Kita masih akan mengalami lebih banyak hal yang tidak menyenangkan, karena iblis melanjutkan upayanya untuk mencapai rancangan jahatnya. Pada saat yang sama, para nabi di zaman dahulu yang melihat zaman kita, yang melihat generasi muda zaman sekarang, mengetahui zaman ini akan menjadi era terang dan kekaguman seperti yang dunia tidak pernah alami sebelumnya. Sewaktu saya mempersiapkan pesan ini, saya memohon bimbingan untuk mengetahui apa pesan yang Bapa Surgawi ingin saya bagikan. Firman yang menenteramkan dan meyakinkan yang diucapkan oleh Tuhan kepada Nabi Joseph Smith muncul ke benak saya “Jadilah riang, karena Aku akan menuntunmu terus. Kerajaan adalah milikmu … , dan kekayaan kekekalan adalah milikmu” A&P 7818. Menggantikan Ketakutan dengan Iman Apa yang saya percaya Tuhan ingin saya katakan adalah bahwa kita hendaknya menggantikan ketakutan dengan iman—iman kepada Allah dan kuasa Pendamaian Tuhan, Yesus Kristus. Saya dapat mengingat sebagai anak lelaki berusia 13 tahun yang pulang ke rumah dari pertemuan imamat pada hari Minggu tanggal 7 Desember 1941, untuk mengetahui dari orang tua saya bahwa Jepang baru saja mengebom Pearl Harbor. Ini memicu Amerika Serikat terlibat dalam perang dunia yang telah bergejolak di Eropa selama dua tahun. Tampaknya bahwa kehidupan sebagaimana yang kita tahu akan berakhir. Ada banyak ketidakpastian karena banyak orang muda tersapu ke dalam dinas militer. Tetapi, sama seperti sekarang, di tengah-tengah semua konflik, perjuangan, dan pengaruh-pengaruh jahat di dunia, masih ada banyak kebaikan. Sewaktu kita memikirkan tentang masa depan, kita hendaknya dipenuhi dengan iman dan harapan. Senantiasa ingatlah bahwa Yesus Kristus—Pencipta alam semesta, arsitek dari keselamatan kita, dan kepala Gereja ini—memegang kendali. Dia tidak akan membiarkan pekerjaan-Nya gagal. Dia akan berjaya melawan segala kegelapan dan kejahatan. Dan Dia mengundang kita semua, anggota Gereja-Nya dan orang lain yang jujur hatinya, untuk bergabung dalam pertempuran bagi jiwa-jiwa anak Allah. Seiring dengan semua yang lain yang akan kita lakukan dalam kehidupan, kita juga harus mendedikasikan dan menguduskan hati, daya, pikiran, dan kekuatan kita dalam urusan-Nya, berjalan dalam iman dan bekerja dengan keyakinan. Menghadapi masa depan dengan optimisme. Saya percaya kita berdiri di ambang sebuah era baru pertumbuhan, kemakmuran, dan kelimpahan. Kecuali terjadi bencana atau krisis internasional yang tak terduga, saya pikir beberapa tahun ke depan akan membawa kebangkitan dalam dunia perekonomian sewaktu penemuan-penemuan baru dibuat dalam komunikasi, obat-obatan, energi, transportasi, fisika, teknologi komputer, dan bidang-bidang upaya lainnya. Banyak dari penemuan ini, sebagaimana di masa lalu, akanlah sebagai hasil dari Roh membisikkan wawasan dan mencerahkan pikiran dari individu-individu yang mencari kebenaran. Dengan penemuan-penemuan dan kemajuan-kemajuan ini akan datang kesempatan pekerjaan baru dan kemakmuran bagi mereka yang bekerja keras dan terutama bagi mereka yang berusaha untuk menaati perintah-perintah Allah. Ini telah terjadi dalam periode-periode signifikan lainnya dari pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional. Selain itu, banyak dari penemuan ini akan dibuat untuk menolong mendatangkan tujuan-tujuan dan pekerjaan Allah dan untuk mempergegas, termasuk melalui pekerjaan misionaris, pembangunan kerajaan-Nya di bumi dewasa ini. Lakukan Bagian Anda Sebelum Kedatangan Kedua Juruselamat—dan berdasarkan pada waktu ilahi-Nya—Injil harus dibawa kepada setiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum sampai itu memenuhi seluruh bumi. Sebagaimana Nabi Joseph Smith menyatakan, “Tidak ada tangan yang tidak murni dapat menghentikan pekerjaan dari perkembangannya; penganiayaan boleh berlanjut, gerombolan perusuh boleh bergabung, bala tentara boleh berhimpun, fitnah boleh mencemarkan, tetapi kebenaran Allah akan terus maju dengan berani, dengan agung, dan mandiri, sampai itu telah menembus setiap benua, mengunjungi setiap iklim, menyapu setiap negara, dan berdengung di setiap telinga, sampai tujuan Allah akan tercapai, dan Yehova Agung akan mengatakan bahwa pekerjaan itu telah selesai.”2 Sewaktu Injil dibawa kepada jutaan jiwa yang lapar secara rohani, mukjizat akan dilaksanakan oleh tangan Tuhan. Misionaris dari banyak kebangsaan akan melayani Tuhan di seluruh bumi. Gedung-gedung Gereja baru dan banyak lagi bait suci akan dibangun untuk memberkati Orang-Orang Suci, sebagaimana telah dinubuatkan mengenai pertumbuhan pramilenium Gereja. Anda mungkin bertanya, “Dari mana sumber-sumber keuangan akan datang untuk mendanai pertumbuhan ini?” Sumber-sumber akan datang dari para anggota yang setia melalui persepuluhan dan persembahan mereka. Sewaktu kita melakukan bagian kita, Tuhan akan memberkati kita dengan kemakmuran dan dengan kebijaksanaan untuk memfokuskan benak kita pada hal-hal yang paling penting dalam kehidupan “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” Matius 633. Jadi selama suatu musim, mungkin musim yang singkat, tampaknya seolah-olah tingkap-tingkap langit akan benar-benar dibuka sehingga “tidak akan ada cukup tempat untuk menerimanya [sampai berkelimpahan]” Maleakhi 310. Saya percaya banyak dewasa muda zaman sekarang akan menjadi partisipan aktif dalam berkat-berkat duniawi jika mereka menaati perintah-perintah Tuhan. Dengan kemakmuran akan datang tantangan unik—ujian yang akan mencobai banyak pada inti rohani mereka. Sewaktu Anda melangkah ke dalam dunia baru kemakmuran ini dan terlibat dalam mengubah pendidikan dan keterampilan Anda menjadi keberhasilan finansial, Anda akan selalu harus membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Carilah Terlebih Dahulu Kerajaan Allah Anda akan memiliki dua pilihan. Akankah motivasi Anda untuk membangun dan memperoleh berkat-berkat Tuhan demi gratifikasi pribadi, demi pengakuan dari manusia, dan demi kekuasaan, pengaruh, serta kebanggaan diri? Atau akankah motivasi Anda untuk memuliakan Allah, untuk bekerja menolong menghantarkan pertumbuhan dan perluasan Gereja-Nya? Mereka yang mencari kekayaan untuk membangun ego mereka sendiri akan menemukan harta mereka menjadi licin dan mudah hilang dalam cara-cara yang tidak bijaksana lihat Helaman 1331. Kesejahteraan jiwa-jiwa mereka akanlah dalam bahaya besar. Yakub, adik Nefi yang patuh, memperingatkan kita “Dan tangan pemeliharaan telah tersenyum kepadamu dengan paling menyenangkan, sehingga kamu telah mendapatkan banyak kekayaan; dan karena sebagian dari kamu telah mendapatkan lebih berlimpah daripada yang dari saudara-saudaramu kamu terangkat-angkat dalam kesombongan hatimu, dan menjenjangkan leher dan mendongakkan kepala karena mahalnya busanamu, dan menganiaya saudara-saudaramu karena kamu mengira bahwa kamu lebih baik daripada mereka. “… Apakah kamu mengira bahwa Allah membenarkanmu dalam hal ini? Lihatlah, aku berkata kepadamu, Tidak. Tetapi Dia menghukummu, dan jika kamu bersikeras dalam hal-hal ini penghakiman-Nya mestilah selekasnya datang kepadamu. … Janganlah biarkan kesombongan dari hatimu ini menghancurkan jiwamu!” Yakub 213, 14, 16. Yakub kemudian menempatkan motivasi kita untuk memperoleh kekayaan dalam perspektif yang benar dengan janji “Tetapi sebelum kamu mencari kekayaan, carilah kamu kerajaan Allah. Dan setelah kamu mendapatkan harapan di dalam Kristus kamu akan mendapatkan kekayaan, jika kamu mencarinya; dan kamu akan mencarinya untuk maksud “melakukan yang baik—memberi pakaian yang telanjang, dan memberi makan yang lapar, dan membebaskan yang tertawan, dan memberikan pertolongan kepada yang sakit dan yang sengsara” Yakub 218–19. Tuhan tidak mengatakan kepada kita bahwa kita hendaknya jangan makmur atau bahwa kemakmuran itu dosa. Sebaliknya, Dia telah senantiasa memberkati anak-anak-Nya yang patuh. Namun Dia memberi tahu kita bahwa kita hendaknya mencari kemakmuran hanya setelah kita mencari, menemukan dan melayani-Nya. Kemudian, karena hati kita benar, karena kita mengasihi Dia pertama dan terutama, kita akan memilih untuk menginvestasikan kekayaan yang kita peroleh dalam membangun kerajaan-Nya. Jika Anda memilih untuk mencari kekayaan demi kepentingan kekayaan, Anda akan gagal. Anda tidak akan pernah merasa puas. Anda akan menjadi hampa, tidak pernah menemukan kebahagiaan sejati dan sukacita yang langgeng. Pencobaan iman Anda dalam beberapa tahun ke depan mungkin bukan bahwa Anda kekurangan hal-hal materi dari dunia ini. Melainkan itu akanlah dalam memilih apa yang harus dilakukan dengan berkat-berkat duniawi yang Anda terima. Mengenai generasi muda zaman sekarang, Presiden Ezra Taft Benson 1899–1994 menuturkan “Selama hampir enam ribu tahun, Allah telah menunggu agar Anda dilahirkan di zaman akhir sebelum Kedatangan Kedua Tuhan .… … Allah telah menyimpan untuk hari kiamat beberapa dari anak-anak-nya … yang terkuat, yang akan membantu memimpin kerajaan dalam kejayaan.”3 Presiden Thomas S. Monson berkata, “Anda adalah beberapa dari anak-anak terkuat Bapa Surgawi, dan Dia telah menyimpan Anda untuk datang ke bumi untuk saat yang seperti ini’ [Ester 414].”4 Untuk menjadi bagian penting dalam “pekerjaan yang menakjubkan dan suatu keajaiban” 2 Nefi 2517 di zaman akhir ini, Anda harus menyerahkan kehendak Anda kepada kehendak Allah, membiarkan itu ditelan dalam kehendak-Nya. Sewaktu Anda “maju terus dengan ketabahan di dalam Kristus, memiliki kecemerlangan harapan yang sempurna, dan kasih bagi Allah dan bagi semua orang … mengenyangkan diri dengan firman Kristus” 2 Nefi 3120, mencari dengan tekun, berdoa selalu, kemudian sebagaimana yang Tuhan janjikan, “segala sesuatu akan bekerja bersama demi kebaikanmu” A&P 9024. Dedikasikan dan Kuduskanlah Saya mengimbau Anda untuk membuat komitmen pada diri sendiri dan kepada Bapa Surgawi untuk mendedikasikan kehidupan Anda dan menguduskan waktu serta bakat Anda untuk membangun Gereja Yesus Kristus dalam antisipasi Kedatangan Kedua Juruselamat. Biarlah motif pikiran dan tindakan Anda untuk memuliakan Allah dan untuk memberkati sesama Anda. Biarlah hasrat ini mengilhami Anda untuk menyambut setiap pagi baru dengan antusiasme dan biarkan itu mengisi pikiran dan tindakan Anda sepanjang setiap hari. Jika Anda melakukan ini, Anda akan diberkati di tengah-tengah dunia yang cepat kehilangan jalannya, dan Anda serta orang-orang terkasih Anda akan selamat dan bahagia. Ini tidak berarti bahwa Anda tidak akan menghadapi kesulitan dan ujian, namun itu berarti Anda akan memiliki kekuatan rohani untuk mengatasinya dengan iman dan kepercayaan dalam Tuhan. Tujuan dari pesan saya adalah untuk menolong Anda melihat masa depan Anda. Milikilah iman dan harapan bagi masa depan cerah yang Anda hadapi. Para remaja putra adalah calon ayah; remaja putri adalah calon ibu dan pemelihara. Bersama-sama Anda adalah “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri” 1 Petrus 29. Bagi pria dan wanita, salah satu prioritas utama Anda adalah untuk menemukan rekan kekal Anda jika Anda belum melakukannya. Pernikahan di bait suci akan menyediakan bagi Anda seorang rekan untuk membantu Anda tetap di jalan yang benar yang menuntun kembali ke hadirat Bapa Surgawi kita dan Tuhan Yesus Kristus. Kita harus melakukan bagian kita untuk melanjutkan persiapan bagi Kedatangan Kedua. Renungan Pemuda Kristen, Foto Pixabay Renungan Pemuda Kristen tentang Masa Depan Renungan Pemuda Kristen, Foto Pixabay 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Khotbah Pemuda Kristen Tentang Masa Depan Yang Memotivasi - Dalam menghadapi masa depan, pemuda sebagai generasi penerus harus memiliki iman, pengharapan dan kasih. Iman agar tidak ragu menjalani kehidupan, pengharapan agar selalu bersemangat, dan kasih agar bisa menjadi pembawa berkat dimana pun ia Pemuda Kristen Tentang Masa Depan Yang MemotivasiKehilangan salah satu dari hal tersebut akan membuat pemuda sebagai harapan masa depan mudah tersesat. Untuk itu, penting bagi pemuda selalu memiliki motivasi akan masa depan yang benar sehingga tidak mudah jatuh saat menghadapi tantangan kehidupan dan tetap berjalan bersama Pemuda Kristen Tentang Masa Depan Yang Memotivasi"Melakukan Sesuatu Untuk Masa Depan Yang Gemilang"Amsal 2318Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan yang punya cita-cita?Tentu sebagai pemuda, kita semua punya cita-cita dan harapan masa depan yang ingin dicapai. Karena itu, kita berpikir dan bekerja keras untuk mencapai keinginan tersebut. Dan sebagai pemuda Kristen, saya harap ada yang berdoa siang dan malam agar cita-citanya tercapai. Tentu bukan hanya berdoa, tapi berdoa dan dalam proses menggapai cita-cita, seringkali harapan tidak sesuai dengan realita kehidupan. Walaupun pemuda identik dengan semangat yang menggebu-gebu, namun tantangan-tantangan kehidupan sering membuat kita yang menilai kegagalan sebagai takdir. Sudah ketetapan Tuhan. Kita harus menerimanya. Benar, kita tidak bisa melawan takdir. Namun kita patut bersyukur karena masa depan yang penuh misteri dan kita tidak tahu seperti apa takdir kita di masa kita akan masa depan seharusnya membuat kita lebih bersemangat untuk menyambut hari esok. Mengapa?Ada janji Tuhan melalui firman-Nya "Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang."Jangan menilai seluruh kehidupan hanya dari satu kejadian. Jangan menilai suatu kejadian hanya dari satu sisi saja. Teman-teman PPGT yang terkasih, selanjutnya apa yang telah kita siapkan untuk menghadapi masa depan?Hanya sedikit dari pemuda yang benar-benar memiliki pandangan tentang masa depan. Lebih banyak pemuda yang tidak punya pikiran dan rencana masa depan sama sekali. Lebih suka hidup dalam zona nyaman masa kini tanpa apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi penentu masa depan. Hal ini disebabkan oleh karena kita terlalu banyak berpikir namun kurang bertindak. Bukan berarti kita kurangi berpikir, namun mari bertindak sekecil apapun pemuda yang pesimis dan takut menghadapi masa depan karena hanya berpikir dan tidak pernah bertindak. Hasilnya nol besar. Kita pikir kita telah melakukan banyak hal, namun tidak sama sekali. Yang kita lakukan hanya berpikir dan kita tidak melakukan pekerjaan apapun. Hari ini, sebagai pemuda kita harus melakukan sesuatu untuk masa depan. Kita harus belajar memulai segala sesuatu dari hal-hal yang mulai dari mana?Mulai dari hal yang paling sederhana dalam kehidupan kita yang bisa membuat kehidupan kita dan orang di sekitar kita lebih itu?1. Miliki keyakinan yang teguhHal pertama yang harus dimiliki oleh pemuda adalah keyakinan yang teguh, iman. Apapun yang terjadi, masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan seringkali sebagai pemuda kita memiliki keyakinan yang tinggi akan kemampuan diri sendiri. Namun ketahuilah mengandalkan kemampuan diri sendiri tidaklah cukup. Kita butuh kekuatan yang lebih besar dari yang dapat kita pikirkan untuk tetap teguh berdiri menghadapi badai kehidupan. Hanya bersama Tuhan, kita bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Karena itu, mulailah segala sesuatu dengan melibatkan Tuhan dalam dalam hati, keyakinan dan pengharapan di dalam Tuhan tidak Siap berprosesTidak ada sesuatu yang benar-benar instan di dalam dunia ini. Sama halnya dengan berusaha yang butuh waktu dan kerja keras. Karena itu, sebagai pemuda, kita harus siap banyak hal yang akan dilalui saat ingin mewujudkan suatu harapan. Pahit manis kehidupan semua berharga. Karena itu, nikmati setiap proses kehidupan dan belajar dari pengalaman. Dalam penantian, kita sebagai pemuda tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Masa depan akan menakutkan saat kita hanya memikirkannya tanpa melakukan apapun yang seharusnya kita Berbagi kasih"Sejatinya hidup adalah pelajaran sehingga tidak mungkin cukup waktu untuk mempelajari semuanya baru berbagi."Tidak perlu tunggu kaya untuk membantu orang perlu tunggu hebat untuk untuk memulai sesuatu yang bermanfaat bagi orang kita tidak memiliki apapun, kita memiliki kasih yang siap untuk dibagikan. Berbagi kasih yang tulus membuat kehidupan kita lebih bermakna dan tentu saja orang yang kita tidak bisa mengubah dunia menjadi lebih baik, maka kita bisa mengubah diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita satu per ajaklah orang-orang di sekitar kita untukMemiliki keyakinan yang teguhSiap berprosesBerbagi kasihWalaupun sederhana, namun hal-hal ini penting sebagai motivasi pemuda dalam menghadapi masa depan. Jangan takut dan khawatir akan hari esok. Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan khotbah pemuda Kristen tentang masa depan yang memotivasi. Mari lakukan sesuatu untuk masa depan yang lebih cerah. Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati... Saksi Iman Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 111 Oleh Pdt. Anna Vera Pangaribuan KHOTBAH MINGGU OKULI TGL 4 MARET 2018 Jesaya 43 16-21 Saudara-saudaraku, Masa lalu adalah sejarah, masa sekarang adalah realitas dan masa depan adalah harapan. 3 masa ini/zaman ini manusia bagai berjalan dari satu titik ke titik yang lain; dengan kata lain manusia hidup pada 3 masa. Setiap manusia dia pernah mengalami kehidupan masalalu. Setiap manusia dia pernah mengalami kehidupan masa kini dan dia merencanakan kehidupan pada masa depan. Bagaimnakah masa lalu saudara dan saya? Bagaimanakah masa sekarang saya dan saudara? Bagaimanakah masa yang akan datang saya dan saudara? Tentu pertanyaan ini bisa dijawab singkat dan bisa dijawab panjang tapi yang jelas dan yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita dapat memahami kehidupan yang telah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi. Seperti itulah yang diinginkan Allah dalam kehidupan umatNya, yakni Allah menghendaki manusia/umatNya agar tidak hidup dalam masa lalu yang sungguh menyakitkan, sungguh kelam sehingga hal itu mengganggu kehidupan sekarang , bahkan kehidupan yang akan datang . Padahal bila hidup pada masa lalu dapat dimaknai secara iman percaya, maka hal itu dapat juga disyukuri. Seperti yang terdapat pada ayat 16-17 ” Beginilah firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagal. Mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu. – Mensyukuri atas campur tangan Allah yang menyelamatkannumatNya. Itulah yang amat penting namun jangan mengingat-ingat hal yang dahulu seperti ay. 18a maksudnya, jangan mengingat masa-masa yang sulit yang membuat sangat berat beban itu dan tidak sanggup dipikul sehingga sangat berakibat buruk pada masa sekarang dan masa yang akan datang juga. – Mensyukuri kepada Allah sebagai orang percaya untuk menerima rencana Allah yang lebih besar sebagaimana terdapat pada ay 19 – 21 “Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya” Nas ini sedang berbicara tentang betapa besar kasih Allah akan umatNya yang berada dipembuangan Babel. Nabi Yessya bernubuat kepada bangsa Allah bahwa Tuhan akan menyelamatkan mereka dari pergolakan politik karena karena Tuhan berkuasa atas kehidupan umatNya. Kemudian Tuhan hendak memberi penghiburan kepada umatNya yang sedang mengalami pergumulan atau putus asa agar mereka memiliki pengharapan yang hidup. Saudara-saudaraku, Apa yang hendak dikatakan nats ini pada konteks kita saat ini? 1. Kuasa dan kasih Allah tidak pernah berubah. Kita hidup di era modren, globalisasi/canggih dimana dalam era tersebut banyak situasi/kondisi yang membuat kita hidup bergelimangan dosa. Hidup tidak berdaya, bahkan hidup sudah tidak berpengharapan lagi pada Tuhan ditengah lagi. Ditengah kondisi yang seperti ini, firman Tuhan menyapa kita seperti nabi Yesaya menyampaikan pesan dalam nats ini, demikian kepada kita juga agar tetap menpercayai KUASA DAN KASIH ALLAH yang bekerja setiap saat. Kita tidak tahu cara kerja Allah seperti apa dalam setiap saat. Kita tidak tahu cara kerja Allah seperti apa dalam setiap diri umat yang percaya pada Allah tetapi yng pasti Allah kita tidak pernah berubah dari zaman ke zaman Mazmur 1361 ” Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik/bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya. Seruan bersyukur ini bergema dalam kehidupan kita dimana tidak terhitungnya betapa besar dalam dan luasnya kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dengan bersyukur mengingatkan kita untuk pemberian Allah dalam hidup kita disetiap keadaan senang ataupun susah. 2. Move on . Move forward. Hidup yang move on, move forward adalah hidup yang mampu meninggalkan masalalu dan berani menerima kehidupan yang baru/situasi yang baru. Sebagaimana rasul Paulus mengatakan pada Galatia 2 20 ” Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup didalam aku dan menyerahkan diriNya untuk aku. Sikap rasul Paulus ini dapat kita contoh. Dia sudah menyerahkan hidupNya kepada Allah secara total sehingga dia tidak khawatir, gentar atau takut menghadapi tantangan yang berat bahkan nyawanya sendiri. Bagaimana saya dan saudara menghidupi 2 point diatas yang amat berharga itu?? Mari kita untuk tetap menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Amin. HAPPY SUNDAY SALAM MARTURIA Ch Vera Pangaribuan

ilustrasi khotbah tentang masa depan